🌾~ *Fungsi Linier* ~🌾


FUNGSI LINIER  •

1. Bentuk Umum dan Grafik Fungsi Linier
     Fungsi Linear adalah Fungsi polinom khusus yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu (fungsi 
berderajat satu) 
Bentuk umum : y = a + bx , dimana a: konstanta dan b : koefisien / gradien/koefisien arah/slope
Contoh :
  y = 3 + 2x
Grafik fungsi :

2. Koefisien Arah / Lereng garis
     Kemiringan (Slope ) dari fungsi linier adalah sama dengan perubahan variabel terikat y dibagi dengan 
perubahan dalam variabel bebas x. Kemiringan juga disebut gradien yang dilambangkan dengan huruf m.
Jadi,
Contoh 
y = 15 – 2x, kemiringannya adalah –2. 
Ini berarti bahwa untuk setiap kenaikkan satu unit variabel 
x akan menurunkan 2 unit variabel y
3. Pembentukan Fungsi Linier 
a. Metode dua titik (dwi-koordinat)
b. Metode Satu Titik dan Satu Kemiringan (koordinat-lereng)

 c. Metode Penggal – Lereng
     rumus persamaan liniernya : 
y=a + bx ( a = penggal, b= lereng)
     Apabila diketahui penggalnya pada salah satu sumbu dan lereng garis yang memenuhi persamaan tersebut, maka 
rumus persamaan liniernya : 

Berikut ini merupakan grafik yang menggambarkan keterangan metode penggal - lereng 
d. Metode Dwi Penggal
     Apabila diketahui penggal garis pada masing-masing sumbu 
x dan y dari sebuah garis lurus, maka persamaan garisnya :
y=a – ( a/c) x 
dimana ,
a: penggal vertikal
c: penggal horizontal
Contoh 
penggal sebuah garis pada sumbu vertical dan horizontal masing-masing 2 dan -4, maka persamaan linier nya: 

4. Hubungam Dua Garis Lurus
 5. Pencarian Nilai Variabel dari Persamaan Linier 
a. Metode subtitusi
     Adalah menyelsaikan terlebih dahulu sebuah persamaan, kemudian mensubtitusikannya kedalam persamaan yang lain. 
Contoh 
carilah nilai variabel-variabel x dan y dari dua persamaan berikut 
2x + y = 6 dan x – y = - 3
Pembahasan :
2x + y = 6  y = 6 – 2x ...............(1)
x – y = -3 .....................................(2)
Subsitusikan persamaan (1) ke (2), 
x - y = -3 
x - ( 6 – 2x ) = -3
x – 6 + 2x = -3
 3x - 6 = -3
 3x = -3 + 6
 3x = 3  x = 1
Subsitusikan x = 1 ke persamaan (1),
maka:
y = 6 – 2x 
y = 6 – 2(1)
y = 6 – 2
y = 4
Jadi, Himpunan penyelesaiannya : {(1, 4)}

b. Metode Eliminasi
     cara untuk mendapatkan nilai pengganti suatu variabel melalui penghilangan variabel yang lain
Contoh :
 carilah nilai variabel-variabel x dan y dari 
dua persamaan berikut 2x + y = 6 dan x – y = - 3,
Pembahasan :
Mencari nilai x dengan mengeliminasi y :
 2x + y = 6 
 x – y = -3
 -------------- + 
 3x = 3
 x = 1
Mencari nilai y dengan mengeliminasi x :
 2x + y = 6 x 1  2x + y = 6
x – y = -3 x 2  2x – 2y = -6
 -------------- - 
 3y = 12
 y = 4
Jadi Himpunan penyelesaian : {(1,4)}

c. Metode Determinan
     Dalam bidang aljabar linier, determinan adalah Nilai yang dapat di hitung dari unsur suatu Matriks persegi
       
 

Komentar